Menyiasati Fasad Rumah

menyiasati-fasadBanyak hal mengenai kondisi lingkungan yang mampu mempengaruhi fasad bangunan rumah. Salah satunya adalah terik matahari. Dalam kasus ini kadangkala pada saat perencanaan awal kurang terlalu menghiraukannya, karena menggunakan patokan umum kondisi iklim di mana bangunan itu akan didirikan.
Walaupun merupakan hal yang sepele namun jika tanpa konsep/perencanaan yang tepat pemasangan kisi-kisi guna mengurangi terik matahari langsung masuk ke dalam rumah tersebut dapat mengurangi estetika bangunan.
Jika perencaan tersebut dilakukan sejak awal tentunya justru akan mampu mengoptimalkan estetika bangunan sesuai dengan konsep yang diharapkan.

Dalam penggunaan kisi-kisi tersebut ada beberapa macam pilihan material yang cocok untuk di aplikasikan. Mulai dari material alam seperti bambu, kayu, hingga material buatan seperti aluminium, GRC dll.

Rumah Type 60

type-60Begitu banyak desain maupun model rumah ditawarkan oleh berbagai pengembang. Semua pasti memiliki keunggulan desain, karna jika tidak tentunya tidak akan berani menawarkannya ke pasar.

Seperti halnya musik, berbagai macam genre akan tetap di usung ke pasar, mulai dari jazz, blues, pop, rock, dangdut hingga campursari. Kenapa demikian? Kenapa tidak cukup hanya mengusung satu genre musik yang lebih banyak di gandrungi saja? Bukankah jika demikian tentu kemungkinan akan mendapat respon baik justru lebih besar?

Pastinya tidaklah sesederhana itu, manusia memiliki  kecenderungan “berbeda” antara satu dan lainnya. Sebut saja mengenai “selera”, begitu banyak orang di muka bumi ini tidaklah mungkin memiliki selera yang sama. Karena masing- masing memiliki latar belakang berbeda, kebiasaan berbeda dan lingkungan yang berbeda.

Seperti itulah gambaran kenapa begitu banyak pilihan desain maupun model rumah yang ditawarkan oleh berbagai pengembang meskipun type yang di tawarkan sama. ( setidaknya itu alasan mengapa harus berbeda dengan yang lain, dilihat dari sudut pandang “selera”)

Duh duh.. jadi ngelantur saya..
Lupakan sekelumit opini saya di atas.

Rumah Type 60 berikut mencoba mengusung gaya arsitektur modern tropis, yang belakangan cukup banyak di minati. Karena memiliki kesan elegan, kekinian dengan bukaan-bukaan lebarnya, namun sentuhan alaminya masih tetap ada.

Memberikan Sentuhan Tradisional

This slideshow requires JavaScript.

Pada saat ini di mana teknologi semakin maju, mengakibatkan kecenderungan masyarakatnya menginginkan sesuatu yang simpel dan praktis. Mulai makanan, pakaian, gaya hidup hingga rumah tentunya.

Pilihan desain ataupun di tarik dari silsilah desain , simpel dan praktis tersebut tentunya cenderung ke desain yang sering di sebut dengan minimalis. Walaupun arti dari desain minimalis dari sebuah desain arsitektur tersebut sebenarnya lebih dalam atau mendalam dari sekedar simpel dan praktis. Namun kebanyakan orang saat mendengar “minimalis” pada sebuah desan rumah, pasti didalam benaknya langsung tertuju pada desain yang kecil, simpel dan praktis.

Saya tidak akan membahas soal tersebut dalam postingan desain saya kali ini. Saya akan mencoba menyuguhkan sebuah desain rumah mungil yang mulai jarang dipilih oleh pemilik rumah untuk di sajikan dalam bentuk desain rumahnya. Yaitu sebuah desain rumah dengan sedikit sentuhan tradisional dalam fasadnya.

Meskipun desain rumah tradisional (atau kali ini hanya sekedar sedikit ornamen tradisonalnya) mulai jarang dipilih, namun jika sentuhan desain tradisional tersebut di sajikan dalam fasad rumah tentu akan memberikan nuansa yang sangat berbeda dari kebanyakan desain rumah tinggal saat ini “minimalis”.

Pada desain yang saya sajikan ini, saya mencoba memilih tradisonal “jawa” sebagai ornamen desain yang akan saya tempelkan. Karna saya pribadi orang jawa, jadi sedikit banyak saya mengenal ciri khas apa yang seringkali ada dalam sebuah desain rumah tradisional jawa. Namun sekali lagi saya tidak menyebut bahwa desain yang saya sajikan ini adalah tradisional jawa, saya hanya berusaha menempelkan sedikit ciri khas jawa dalam sebuah desain saya. Karna cukup naif jika atas dasar fasad saja berani menyebut bahwa itu desain “tradisional”. Mengenai devinisi atau makna rumah tradisional mungkan bisa anda baca-baca / di cari di google.

Mengenali Rumah Kita

soroganRumah adalah sebuah tempat yang terdiri dari beberapa ruang, dimana ruang-ruang tersebut diatur dengan fungsi dan tatanan masing-masing sesuai dengan keinginan penghuni/pemilik rumah.

Rumah merupakan sebuah wadah bagi penghuni rumah untuk melakukan beberapa aktifitas yang sifatnya relax dan rekreatif. Rumah juga sering diartikan sebagai tempat istirahat, bercengkrama dengan keluarga serta, bisa juga digunakan sebagai tempat menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian tentunya sangat penting bagi kita untuk bisa tepat memilih sebuah rumah sebagai wadah kita dan keluarga kita. Memahami bentuk, memahami akses, memahami sirkulasi, hingga material dan warna. Dengan pemahaman tersebut tentunya akan memilimalisir ketidak nyamanan dalam sebuah rumah yang kita tinggali.

Akan ada banyak hal yang harus dipertimbangan menyangkut kebiasaan hobby serta jumlah penghuni, pada saat kita memilih sebuah rumah. Karena kesemuanya itu nantinya tertampung dalam sebuah wadah “Rumah”.

Tentukan pilihan tepat anda dalam memiliki rumah untuk membangun kualitas keluarga anda.

Mecoba bermain fasad, dengan tetap menggunakan 2 warna dasar merah dan putih

1Ke tiga fasad tersebut menggunakan denah yg sama,di ambil dari desain perumahan “Taman Kembang Regency”

saya akan menunjukkan bahwa bermain desain fasad itu tdk sulit, kali ini saya contohkan dgn perubahan kecil yg sangat sederhana dari desain aslinya

Pada desain no 2 seperti yg bisa kita lihat, perbedaan desain hanya terdapat pada aksen dinding yg menjadi vocalpoint pada desain aslinya. Dengan merubah style aksen, serta menggeser posisi jendela sudah cukup memberikan nuansa yg berbeda.Perubahan sederhana ini tentu tdk akan bnyk mempengaruhi nilai/harga borongan pada bangunan rumah tsbt.

Untuk desain no 3 perubahan banyakterdapat pada desain atap, walaupun tetap menggunakan kemiringan atapyg rendah krn menggunakan canal C dan bahan2 atap bagian dari baja ringan dengan lapisan anti karat (galvalume/zincalume)
Perubahan fasad seperti ini tentunyaakan memakan biaya lebih krn pada penopang atap induk pastinya diperlukan balok gantung dan beberapa
lapis pasangan bata.

Berikutnya kembali lagi pada selera, karena masing2 orang memiliki selera yg berbeda.